BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kalangan petani di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen untuk tetap fokus meningkatkan produksi pangan sebagai langkah strategis menghadapi dinamika geopolitik global yang memicu fluktuasi harga energi dunia.
Konsistensi ini dinilai penting agar program penguatan ketahanan pangan nasional tidak terganggu oleh gejolak eksternal.
Pengurus Gapoktan Gema Tani, Mariman, menegaskan bahwa ketidakpastian situasi dunia saat ini justru menjadi momentum bagi daerah untuk memperkuat kemandirian pangan.
Menurutnya, sektor pertanian harus mampu menjadi penyangga ekonomi yang tangguh.
“Pertanian harus tetap menjadi penyangga. Di tengah kondisi dunia yang tidak menentu, kami memilih fokus pada produksi agar kebutuhan pangan tetap terjaga,” ujar Mariman di Palangka Raya, Kamis (30/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, tokoh masyarakat yang juga anggota Gapoktan Gema Tani, Mardi Pranoto, mengimbau warga untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama terkait isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sering memicu keresahan.
Ia menekankan pentingnya menyaring setiap informasi agar situasi di tingkat akar rumput tetap kondusif dan stabil.
“Masyarakat jangan mudah terpancing isu. Pastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, agar situasi tetap kondusif,” tegas Mardi Pranoto.
Para petani di Kalimantan Tengah menilai bahwa menjaga produktivitas lahan dan tetap tenang dalam menyikapi isu global merupakan langkah rasional guna mempertahankan stabilitas sosial serta ekonomi daerah.
Upaya ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program strategis nasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Bumi Tambun Bungai. (asp)





