DLH Kalteng Mantapkan Komitmen Zero Waste 2030 Lewat Rakor Adipura

Whatsapp Image 2025 09 23 At 6.21.59 Pm

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal) Kalimantan menggelar rapat koordinasi dalam rangka penilaian Adipura 2025, Selasa (23/9/2025).

Rakor ini diikuti kepala DLH kabupaten/kota atau perwakilan se-Kalteng, yang dilaksanakan di Aula DLH Provinsi setempat.

Kepala DLH Provinsi Kalteng, Joni Harta, menegaskan bahwa penilaian Adipura kini lebih menitikberatkan pada pengelolaan persampahan secara menyeluruh.

“Bagaimana kota bisa menjadi bersih, bagaimana mengelola sampah dari hulu ke hilir dengan penekanan pada pengurangan dari sumbernya, serta penguatan partisipasi masyarakat dan penerapan sistem daur ulang yang progresif. Penilaian ADIPURA saat ini lebih tegas, objektif, dan transparan,” jelasnya.

Ia menambahkan, komitmen Kalteng juga diarahkan pada target Zero Waste 2030.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk menuntaskan Zero Waste 2030, dimana hal itu sejalan dengan Visi Misi Bapak Gubernur yaitu salah satunya penguatan infrastruktur dan ekonomi dari desa dengan berbasis lingkungan,” kata Joni.

Melalui rakor ini, Joni berharap seluruh kabupaten/kota dapat bersinergi menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

“Kami ingin agar setiap daerah memiliki strategi pengelolaan sampah yang terukur dan terarah. Dengan demikian, target peningkatan kualitas lingkungan sekaligus capaian prestasi ADIPURA bisa diraih bersama-sama,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusdal Kalimantan, Fitri Harwati, menekankan bahwa sampah merupakan persoalan mendasar yang berimplikasi luas pada lingkungan dan kesehatan.

“Sampah adalah hal mendasar yang bisa menjadi pemicu permasalahan lingkungan lainnya. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah bisa mencemari udara, menimbulkan bau, mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, bahkan menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca,” tegasnya.

Ia berharap rakor ini menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif.

“Harapan kami, ke depan pengelolaan lingkungan di Kalimantan semakin maju dan adaptif, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat,” tutup Fitri. (asp)