Balanganews.com
Home » Eksekutif » Pemprov Kalteng » Disperindag Kalteng Dorong IKM Lokal Tembus Pasar Ekspor
Pemprov Kalteng

Disperindag Kalteng Dorong IKM Lokal Tembus Pasar Ekspor

Img 20260106 Wa0008
Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menaruh perhatian besar terhadap penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu menembus pasar ekspor dan bersaing di tingkat internasional.

Kepala Disperindag Kalteng, Norhani, mengatakan penguatan IKM menjadi bagian penting dari visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah melalui program IKM Berkah.

“Peningkatan IKM juga menjadi atensi kita, karena IKM Berkah merupakan visi misi Pak Gubernur. Ini akan kita tingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan-pelatihan, sekaligus mendorong para IKM agar bisa go ekspor,” jelasnya, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, Disperindag Kalteng akan menyiapkan berbagai tahapan pendukung, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan teknis, guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal.

“Supaya bisa ekspor, nantinya akan kita laksanakan sosialisasi dan pelatihan. Harapannya, di tahun 2025 hingga target 2026, produk-produk Kalteng ini bisa go ekspor sampai ke mancanegara,” katanya.

Saat ini, Disperindag juga tengah menghimpun berbagai produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah yang nantinya akan ditetapkan sebagai produk unggulan daerah.

“Ada sektor produk-produk unggulan dari Kalteng yang sedang kita himpun dari kabupaten dan kota. Nantinya akan dijadikan satu kesatuan dan ditetapkan melalui SK Gubernur,” ujarnya.

Norhani mengungkapkan, produk lokal Kalteng mendapatkan apresiasi dari hasil reses dan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI.

“Hasil reses dari kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, mereka sangat antusias dan mengapresiasi bagaimana produk-produk lokal Kalteng bisa bersaing, contohnya rotan dan bawang dayak yang sudah mulai go ekspor,” ungkapnya.

Ia mencontohkan rotan asal Kabupaten Katingan yang diolah menjadi produk anyaman seperti tikar dan diminati pasar internasional karena keasliannya.

“Rotan dari Katingan itu masih bahan mentah, kemudian dianyam menjadi tikar. Produk yang original seperti ini justru sangat diminati oleh pasar mancanegara,” jelas Norhani.

Selain rotan, produk lain seperti tenun Kalteng dan tanaman herbal khas daerah juga memiliki potensi besar.

“Waktu Kalteng Expo kemarin, produk yang diminati salah satunya adalah tenun Kalteng dan herbal-herbal Kalteng, seperti bawang dayak. Bawang dayak ini kan tumbuhnya di Kalteng saja, kalau di luar daerah tidak,” katanya.

Untuk mendukung ekspor, Disperindag Kalteng juga menyiapkan kelengkapan perizinan bagi pelaku IKM.

“Untuk IKM bisa ekspor, nanti kita akan memenuhi perizinan-perizinan yang ada terlebih dahulu. Ini yang sedang kita persiapkan,” pungkas Norhani. (asp)

Berita Terkait