BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng) sekaligus Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan silaturahmi Iduladha di Kantor DPW Partai NasDem Kalteng, Rabu (27/5/2026).
Dalam keterangannya, Faridawaty menegaskan dirinya tidak sedang mengeluhkan bantuan hewan kurban. Namun, ia merasa perlu meluruskan persoalan yang menurutnya telah menimbulkan beban moral di tengah masyarakat.
Ia mengaku bersyukur karena Partai NasDem menerima bantuan sapi kurban dari Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran.
“Saya sangat berterima kasih dengan Bapak Gubernur Kalimantan Tengah. Kami tidak minta. Tapi beliau mengabarkan bahwa Partai NasDem diberi bantuan lima ekor sapi. Kemarin diantar empat, Alhamdulillah,” ucapnya.
Meski demikian, Faridawaty menyoroti persoalan terkait bantuan sapi kurban untuk anggota Komisi III DPRD Kalteng yang sebelumnya diminta mengajukan proposal bagi masjid-masjid.
Menurutnya, pihak Kesra meminta proposal segera diserahkan dalam waktu singkat sehingga pihaknya harus bergerak cepat menghubungi sejumlah pengurus masjid.
“Karena mereka juga yang minta, bukan kita yang minta. Proposal sudah masuk dan dikatakan bahwa hewannya tidak ada,” katanya.
Faridawaty menilai persoalan tersebut bukan sekadar soal ketersediaan sapi kurban, melainkan menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Ia menyayangkan adanya informasi kepada masyarakat yang menyebut bantuan tersebut tidak disetujui gubernur.
“Ini kan beban moral, bukan masalah sapinya. Sapinya masih bisa kita beli. Tetapi mempermainkan masyarakat itu tidak baik. Dan yang dijual itu adalah nama Bapak Gubernur,” tegasnya.
Menurut Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalteng itu, kondisi tersebut menjadi pelajaran penting agar tidak terjadi perbedaan antara laporan kepada pimpinan dengan pelaksanaan di lapangan.
Faridawaty juga menilai sikap tidak amanah dapat memicu hilangnya kepercayaan masyarakat dan menjadi salah satu penyebab munculnya persoalan sosial.
“Inilah yang menjadi musuh kita bersama. Bibit kemiskinan itu mulai dari situ. Tidak amanah. Jadi ada dua musuh negara ini, yakni kebodohan dan kemiskinan,” pungkasnya. (asp)





