Pemprov Kalteng Siap Dukung Perluasan Areal Tanam, Tingkatan Produksi Padi

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) guna meningkatkan produksi padi di Kalimantan Tengah dan berkontribusi pada produksi .

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan (Ekbang), Sri Widanarni pada pembukaan Rapat Upaya Percepatan dan Evaluasi Perluasan Areal Tanam (PAT), di Aula Dinas Tanaman Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Senin (1/7/2024).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat yang telah menetapkan Kalimantan Tengah sebagai salah satu penerima Program Perluasan Area Tanam (PAT),” ungkap Sri.

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (), tahun 2024 diperkirakan akan terjadi fenomena El Nino yang dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan dan berpotensi menimbulkan kekeringan di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Sri Widanarni menegaskan pentingnya antisipasi untuk menjaga , dan menyatakan dukungan penuh Kalimantan Tengah terhadap program PAT yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian.

Sri Widanarni menambahkan bahwa kabupaten-kabupaten yang menjadi lokasi penerapan PAT perlu segera mempercepat realisasi program ini sebelum puncak musim kemarau yang diprediksi BMKG akan terjadi pada bulan Agustus.

“Kami berharap rapat ini menghasilkan upaya percepatan penyelesaian permasalahan sehingga target yang diharapkan dapat tercapai, meningkatkan produksi pangan, serta kesejahteraan rakyat dan petani,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalteng, Sunarti, dalam laporannya menjelaskan bahwa Program Perluasan Areal Tanam (PAT) mencakup tiga kegiatan utama, yaitu Optimalisasi Lahan Rawa (OPLA), Pompanisasi, dan Padi Sisip/Tusip antara tanaman perkebunan dengan Padi Gogo.

“Untuk kegiatan OPLA, Kalimantan Tengah awalnya mendapatkan alokasi seluas 81.000 hektar. Namun, karena beberapa kendala dalam penyiapan calon petani dan calon lokasi (CPCL), alokasi tersebut direvisi menjadi 64.326 hektar,” jelas Sunarti.

Sunarti merinci alokasi lahan untuk program OPLA di beberapa Kabupaten, yakni Kabupaten Barito Selatan 500 hektar, Kabupaten Barito Utara 350 hektar, Kabupaten 1.500 hektar, Kabupaten Kapuas 38.503 hektar, Kabupaten Kotawaringin Barat 145 hektar, Kabupaten Kotawaringin Timur 4.217 hektar, Kabupaten 2.073 hektar, 4.842 hektar, Kabupaten Gunung Mas 117 hektar, dan Kabupaten Pulang Pisau 12.079 hektar.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program PAT ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kalteng,” tandasnya. (asp)