BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Kepala Kantor Wilayah Bulog Kalimantan Tengah (Kalteng), Budi Sultika, memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Bumi Tambun Bungai dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepastian ini disampaikan usai melakukan pemantauan harga dan stok pangan menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 2026 di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan data ketersediaan di gudang, Bulog mencatat ketersediaan beras subsidi atau beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada pada jumlah yang sangat mencukupi untuk intervensi pasar.
“Stok beras SPHP di gudang Bulog Kalteng mencapai sekitar 14.437 ton dan siap digunakan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujar Budi Sultika.
Meski stok beras medium atau SPHP melimpah, Budi memberikan catatan khusus pada komoditas beras premium. Menurutnya, tata niaga beras premium memerlukan pengawasan ekstra dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait karena ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Yang kedua terkait stok beras, kita lihat aman, terutama beras medium. Nanti tinggal PR-nya beras premium karena tata niaganya semua dari luar Palangka Raya,” katanya.
Selain beras, Bulog juga fokus pada pemulihan harga minyak goreng rakyat, Minyakita, yang saat ini terpantau masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi kondisi tersebut, Bulog telah melakukan langkah strategis dengan melakukan pemesanan besar-besaran ke produsen.
“Kita lihat harganya (Minyak Kita) masih di atas HET, yaitu Rp15.700. Kami BUMN mendapatkan mandat untuk mengamankan itu. Per hari ini nanti kita akan terus maraton bersama Satgas Pangan, Disdagperin, dan TPHP dibantu rekan-rekan Korem/Kodim untuk mengamankan harga minyak,” jelasnya.
Budi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan Purchase Order (PO) di tiga pabrik besar dengan total volume mencapai 1.980.000 liter Minyakita. Pasokan ini akan didistribusikan secara masif ke seluruh wilayah Kalimantan Tengah hingga akhir Februari.
“Bulog saat ini sudah melakukan PO di tiga pabrik besar sebanyak 1.980.000 liter. Ini nanti akan kita sebar sampai akhir Februari dan saya targetkan dalam 2 minggu ini harganya kembali ke Rp15.700,” tegas Budi.
Melalui upaya penggelontoran stok beras dan minyak goreng ini, diharapkan tekanan inflasi menjelang hari besar keagamaan dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan. (asp)
