Pemprov Kalteng Berupaya Keras Agar Permasalahan Tanah Cepat Teratasi

901
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Leonard S. Ampung didampingi Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Kalteng, Erlin Hardi

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berupaya keras agar permasalahan tanah cepat teratasi. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Perkimtan se-Kalteng beserta stakeholder terkait.

Sekda Kalteng melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Leonard S. Ampung mengatakan, Pemprov Kalteng mendukung upaya-upaya sektor terkait dalam mengatasi permasalahan tentang pertanahan, baik Hak Guna Usaha (HGU), sertifikat, maupun terkait Kawasan Hutan.

“Pemprov Kalteng sampai hari ini masih melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan kita juga masih mengejar 30 persen Hak Pengelolaan Lahan (HPL),” katanya, Selasa (21/3/2023).

Selain itu, ditambahkannya, Pemprov Kalteng juga berupaya keras agar tanah yang seluas kurang lebih 15 juta hektar ini bisa jelas dan bisa dimanfaatkan untuk perekonomian masyarakat.

“Untuk itu, dibutuhkan sinergitas antara ATR/BPN, Dinas terkait, Pemerintah Kabupaten dan Kota, juga Pemerintah Provinsi. Masalah pertanahan ini jangan dianggap enteng, karena jika peran Pemerintah tidak kuat, bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Provinsi Kalteng, Erlin Hardi menyampaikan tupoksi Disperkimtan adalah untuk memfasilitasi, sinkronisasi dan validasi terkait pendataan pertanahan.

“Namun kita tidak mengambil kewenangan ATR/BPN, tetapi kita tetap koordinasi dengan ATR/BPN,” ucapnya.

Erlin berharap, melalui rapat koordinasi yang pihaknya gelar di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya ini permasalahan-permasalahan tentang tanah yang disampaikan Pemerintah Kabupaten/Kota bisa diinventarisir.

”Kita akan terus koordinasi dengan ATR/BPN terkait masalah-masalah tanah ini sehingga kita bisa me-manage dan tahu solusi apa yang akan kita lakukan,” pungkasnya. (asp)