Karya: Rahmi Nurfitriana
Bulan tersenyum di ujung malam,
tipis namun setia menggantung terang.
Ia tahu gelap tak selalu kejam,
kadang hanya singgah sebentar saja.
Di bawahnya, hati-hati yang lelah
belajar tenang tanpa banyak tanya.
Senyum itu tak bersuara,
namun cukup untuk menahan jatuh.
Saat fajar mulai meraba langit,
bulan perlahan menghilang.
Bukan pergi, hanya memberi giliran
bahwa esok selalu punya harapan.
Palangka Raya, 2025
