Balanganews.com
Barito Selatan

Tim Pengendalian Harga Pangan Tahun 2026 Kunjungi Kantor Bulog dan Pasar

Whatsapp Image 2026 02 27 At 7.09.17 Am

BALANGANEWS, BUNTOK – Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Barito Selatan (Barsel), Fariz Jaya, menerima kunjungan Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dr. Sri Nuryanti, S.T.P., M.P., serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc.

Kunjungan tersebut dalam rangka rapat koordinasi Pengendalian Harga Pangan Tahun 2026 sekaligus penguatan Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan untuk wilayah Kalimantan Tengah. Perkuat Satgas dan Status Ketahanan Pangan.

Dr. Sri Nuryanti selaku penanggung jawab dari pusat Bapanas menyampaikan bahwa Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Kalteng diketuai oleh Dirreskrimsus Polda Kalteng. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, termasuk Bupati dan jajaran Forkopimda.

Ia menilai kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Barito Selatan tergolong “cukup tahan”, namun masih terdapat tiga aspek yang perlu diperkuat, yakni Peningkatan produksi pangan.

Penanganan balita stunting. Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Saat ini, cadangan pangan Pemkab Barito Selatan tercatat sekitar 20 ton beras. Bapanas mendorong agar jumlah tersebut ditingkatkan menjadi idealnya 100 ton pada tahun 2026.

“Dengan rapat koordinasi ini, pemerintah daerah diharapkan lebih fokus dalam merencanakan, melaksanakan, hingga mengevaluasi pembangunan ketahanan pangan, termasuk menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengendalian harga tidak hanya soal stabilitas, tetapi juga memastikan pangan yang beredar telah memenuhi standar keamanan dan mutu dari otoritas kompeten kabupaten maupun provinsi.

Kepala Perum Bulog Cabang Barsel Fariz Jaya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung jajaran pusat yang dinilainya penting untuk memantau kondisi riil di lapangan.

Ia mengungkapkan, stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 260 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan 3–4 bulan ke depan. Selain itu, Bulog akan menerima tambahan pasokan beras sebanyak 125 ton dari Banyuwangi yang saat ini dalam proses pengiriman. Pada akhir Maret juga direncanakan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal guna memperkuat stok.

“Kami siap menyerap beras dan jagung petani. Harapannya menjelang Ramadan hingga Hari Raya, harga tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan,” kata Fariz.

Sementara itu, Dr. Ir. Pamuji Lestari menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian memiliki peran di sektor hulu, khususnya dalam peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian. Namun, menurutnya, sistem hulu dan hilir harus berjalan sebagai satu kesatuan.

“Kami dorong produktivitas tinggi dan kualitas gabah yang baik, sehingga saat diserap Bulog juga memenuhi standar. Petani kini semakin paham soal kadar air dan derajat sosoh beras,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini pemerintah melalui penugasan kepada Bulog untuk menyerap Gabah Kering Panen (GKP) telah memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani. Dengan harga acuan sekitar Rp6.500 per kilogram, petani dinilai lebih terlindungi dibanding sebelumnya yang bergantung pada pasar bebas.

Menurutnya, sinergi antara Kementerian Pertanian, Bapanas, dan Bulog menjadi kunci agar ketika produksi meningkat dan stok melimpah, harga pangan tetap terkendali dan terjangkau masyarakat.

“Kalau produksi naik, gudang penuh, stok banyak, maka pangan harusnya murah dan stabil. Itu yang sedang kita kawal bersama,” tegasnya.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, pemerintah berharap pengendalian harga, peningkatan produksi, serta penguatan cadangan pangan daerah dapat berjalan simultan guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ketahanan pangan di Barito Selatan.(lam)

Berita Terkait