Gubernur Kalteng Buka Peluang Manfaatkan Busa Sabun untuk Padamkan Karhutla

Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran.

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) membuka peluang pemanfaatan teknologi busa sabun sebagai alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Metode tersebut sebelumnya diuji oleh peneliti Universitas Palangka Raya (UPR) dan mendapat perhatian Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran.

Meski demikian, Pemprov Kalteng belum akan langsung menerapkannya di lapangan sebelum efektivitas serta kesiapan teknologi tersebut benar-benar teruji.

Agustiar mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan alat dan bahan yang dibutuhkan. Ia juga mengaku telah melihat sekaligus mencoba metode tersebut saat berkunjung ke UPR.

“Kita koordinasikan dulu. Kita cari dulu barang dan alatnya. Kemarin saya juga sudah melihat dan mencoba saat berkunjung ke UPR,” ucapnya usai Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Kalteng, Kamis (3/9/2026).

Menurut Agustiar, inovasi menjadi salah satu hal yang penting dalam menghadapi karhutla, terlebih kondisi lahan di Kalteng memiliki tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

Karena itu, setiap teknologi yang berpotensi membantu mempercepat pemadaman akan dipertimbangkan, selama telah melalui kajian dan terbukti efektif.

“Karena itu, Pemprov Kalteng membuka kemungkinan untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan teknologi tersebut,” tambahnya.

Namun, Agustiar menegaskan penerapan metode tersebut tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan hasil uji awal. Pembuktian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan busa sabun benar-benar mampu mendukung pemadaman karhutla secara efektif dan aman.

“Bisa saja. Makanya, masalah ini tidak boleh sembarangan. Kita buktikan lagi,” lanjut Gubernur Agustiar Sabran.

Pemprov Kalteng selanjutnya akan melihat kesiapan teknologi tersebut, termasuk alat dan bahan yang diperlukan serta efektivitasnya ketika digunakan untuk menangani kebakaran.

“Pemprov Kalteng, akan melihat terlebih dahulu kesiapan alat, bahan, serta efektivitas metode tersebut sebelum menentukan dukungan lebih lanjut,” ungkapnya.

Pengembangan metode alternatif ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pilihan dalam penanganan karhutla. Terutama ketika petugas menghadapi lokasi kebakaran yang sulit dijangkau dengan metode pemadaman konvensional.

Dengan demikian, inovasi dari perguruan tinggi seperti UPR diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi yang benar-benar siap digunakan apabila terbukti mampu menjawab kebutuhan penanganan karhutla di Kalteng. (asp)