BALANGANEWS, KOTAWARINGIN TIMUR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah (Kalteng) mempercepat akselerasi literasi dan inklusi keuangan syariah di Kabupaten Kotawaringin Timur melalui program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah).
Kegiatan yang berpusat di Kantor Bupati Kotawaringin Timur ini menyasar para istri anggota Polri (Bhayangkari) serta pelaku UMKM perempuan, Selasa (7/4/2026).
Program ini merupakan hasil sinergi antara OJK Kalteng, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Sampit.
Tujuannya adalah untuk membekali kaum perempuan dengan pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang kian marak.
Penyelenggaraan SICANTIKS di Sampit menjadi krusial mengingat data SNLIK 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan perempuan masih di angka 65,58 persen.
Selain itu, realitas di lapangan menunjukkan 68 persen pelapor aktivitas keuangan ilegal di Kalteng adalah perempuan, dengan total 425 laporan berasal dari Kotawaringin Timur.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menekankan bahwa perempuan merupakan pilar utama dalam stabilitas ekonomi keluarga yang perlu dibekali kecakapan finansial yang mumpuni.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pengelolaan keuangan keluarga sekaligus dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah bagi perempuan perlu terus didorong agar mereka semakin cakap dalam mengambil keputusan keuangan,” jelasnya.
“Melalui SICANTIKS, OJK Kalteng berharap perempuan tidak hanya memahami keuangan syariah, tetapi juga mampu menjadi agen literasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” harap Primandanu Febriyan Aziz.
Apresiasi senada disampaikan oleh Bupati Kotawaringin Timur melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi.
Ia menilai peningkatan pemahaman keuangan bagi ibu rumah tangga maupun pengusaha perempuan akan berdampak luas hingga ke generasi mendatang.
“Kami berharap kegiatan SICANTIKS ini dapat memberikan manfaat yang besar serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan masyarakat yang cakap, bijak, dan sejahtera secara finansial,” tutur Rafiq Riswandi.
Selain pemaparan materi mengenai manajemen keuangan syariah dan bahaya pinjaman daring (pinjol) ilegal, kegiatan ini juga memfasilitasi inklusi keuangan secara langsung.
Para peserta diberikan kemudahan dalam pembukaan rekening syariah di lokasi acara agar dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui langkah integratif ini, OJK bersama para mitra berharap masyarakat Kotawaringin Timur, khususnya kelompok perempuan, semakin tangguh menghadapi modus penipuan keuangan digital dan lebih bijak dalam memanfaatkan produk jasa keuangan syariah yang legal dan aman. (asp)





