3 Pengemis dari Banjarmasin Diamankan Satpol PP Palangka Raya

Whatsapp Image 2025 12 23 At 5.41.34 Pm

BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya menertibkan aktivitas pengemis musiman yang meresahkan masyarakat, Selasa (23/12). Penertiban dilakukan di kawasan Traffic Light Jalan Diponegoro – Simpang Jalan Pilau.

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tiga orang perempuan yang kedapatan mengemis dengan membawa anak di bawah umur, termasuk seorang bayi dan seorang anak berusia tujuh tahun.

Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya Berlianto, menjelaskan bahwa ketiga pengemis tersebut diduga sengaja datang dari luar daerah untuk memanfaatkan momen perayaan Natal 2025.

“Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan mereka berasal dari wilayah Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Usia para ibu tersebut berkisar antara 38 hingga 47 tahun,” ujar Berlianto.

Ia menyayangkan keterlibatan anak-anak dalam aktivitas mengemis di jalan raya karena berpotensi membahayakan keselamatan sekaligus melanggar ketertiban umum.

Dari pendataan yang dilakukan di Mako Satpol PP, diketahui para pengemis tersebut baru dua hari berada di Palangka Raya. Salah satu dari mereka, Noor Halidah, mengaku menginap di kawasan Komplek Sari 45, Kelurahan Pahandut.

Dalam kurun waktu singkat tersebut, masing-masing pengemis mengaku memperoleh penghasilan antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per hari, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik pengemis jalanan, terlebih yang mengarah pada eksploitasi anak. Usai pendataan dan pembinaan awal, ketiganya diserahkan ke Dinas Sosial Kota Palangka Raya untuk penanganan lanjutan.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar dilakukan pembinaan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemulangan ke daerah asal,” tambah Berlianto.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Riduan, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial di daerah asal para pengemis tersebut.

“Kami akan komunikasikan dengan Dinsos setempat agar mereka dapat dipulangkan ke wilayah asalnya,” pungkasnya. YUD