BALANGANEWS, PALANGKA RAYA – Pengoptimalan fungsi ETLE terus dilakukan jajaran Ditlantas Polda Kalteng selama 14 hari Operasi Patuh Telabang 2023 berjalan.
Hasilnya 585 pelanggar dikenakan sanksi penindakan tilang usai pelanggarannya terekam kamera ETLE sejak 10-23 Juli 2023.
Selain melakukan penindakan tegas berupa sanksi tilang, jajaran Polantas turut melakukan teguran kepada para pelanggar yang didapati personel di lapangan.
Dalam kurun waktu 14 hari, Ditlantas Polda Kalteng bersama Satlantas Polres jajaran mengeluarkan 4127 surat teguran kepada pelanggar lalu lintas.
Ditlantas Polda Kalteng Kombes Pol RS Handoyo melalui Kabag Bin Opsnal AKBP Suwarno, mengatakan secara keseluruhan jika dibandingkan dengan dua Minggu sebelum pelaksanaan operasi Patuh terjadi sejumlah penurunan.
“Pembandingnya adalah dua minggu sebelum operasi patuh. Apabila dibandingkan maka sebelum operasi patuh ada 52 kecelakaan dengan 13 korban jiwa, sedangkan selama operasi patuh 37 kecelakaan dengan 12 korban jiwa,” katanya, Rabu (26/7/2023).
Ia menyebutkan, Ditlantas Polda Kalteng terus berupaya memaksimalkan penggunaan ETLE yang sudah terpasang maupun ETLE Mobile yang nantinya akan dipergunakan.
Untuk ETLE mobile masih menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai perangkat teknis kamera on held.
“Sesuai arahan dari pimpinan pula, program kedepan kita masih mengedepankan Dikmas kepada usia dini dan komunitas tertentu,” sebutnya.
Hal ini disebabkan, dari jumlah Laka Lantas yang terjadi, usia korban kecelakaan didominasi usia produktif, yakni untuk usia 15-25 tahun.
“Kita kedepankan Dikmas atau penyuluhan anak2 usia dini. Baik tingkat pendidikan dasar, menengah dan atas, lalu kelompok mahasiswa dan kelompok tertentu,” sebutnya.
Suwarno menambahkan, Ditlantas terus berupaya mengurangi angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan. Baik dari fatalitas korban yang berujung pada kehilangan nyawa.
“Ditlantas terus berupaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (yud)