Gubernur Tinjau Vaksinasi Bagi Pelajar di Pangkalanbun

Gubernur Sugianto Sabran saat melakukan peninjauan vaksinasi bagi pelajar usia 12 s.d 18 tahun pada sejumlah sekolah SMA/K di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat
Gubernur Sugianto Sabran saat melakukan peninjauan vaksinasi bagi pelajar usia 12 s.d 18 tahun pada sejumlah sekolah SMA/K di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat

BALANGANEWS, PANGKALANBUN – Semangat Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah khususnya di masa pandemi Covid-19 menjadi pemantik antusiasme para pelajar sekolah SMA/SMK dan SLB di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mengikuti vaksinasi yang dilaksanakan Sabtu (28/8/2021).

Antusiasme pelajar tersebut juga didasari kerinduan para pelajar untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan para tenaga pengajar di sekolah.

Gubernur Sugianto Sabran, melakukan peninjauan vaksinasi bagi pelajar usia 12 s.d 18 tahun pada sejumlah sekolah SMA/K di Pangkalanbun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Setelah melakukan peninjauan vaksinasi di wilayah Kota Palangka Raya dan daerah lainnya, Gubernur Sugianto Sabran bersama Kadis Kesehatan Provinsi dan Kadis Pendidikan Provinsi didampingi Bupati Kotawaringin Barat dan Forkopimda Kotawaringin Barat bersama-sama memantau vaksinasi di SMKN 1 Pangkalanbun dan SMAN 1 Kumai, Kobar.

Pada kesempatan yang penuh berkah ini, Gubernur Sugianto Sabran bersama rombongan berkesempatan menyapa dan berdialog dengan para pelajar untuk mengetahui keinginan dan kondisi pelajar selama pandemi Covid-19 dimana sekolah saat ini dilakukan secara virtual/daring.

“Ini adalah wujud salah satu ikhtiar kita melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Kalimantan Tengah, terutama untuk kalangan pelajar. Hal ini sehingga kita harapkan putra puteri kita bisa segera kembali melakukan pembelajaran tatap muka. Insya Allah kita berupaya mengejar target dua bulan ke depan bisa tercapai untuk kalangan pelajar, tergantung nantinya penyaluran dari pusat. Ini juga kami laporkan ke Pak Presiden dan satgas nasional,” kata Gubernur Sugianto, Sabtu (28/8/2021).

Di hadapan pelajar, Gubernur tetap meminta pelajar untuk menjaga prokes dalam beraktifitas dan menjaga kondisi termasuk juga sabar dalam menghadapi belajar secara daring.

“Memang kondisi saat ini sangat berat dan penuh tantangan. Namun kami berupaya agar vaksinasi untuk pelajar ini cepat diselesaikan sehingga dapat sekolah tatap muka lagi,” katanya.

Diketahui, total jumlah pelajar SMA/K dan SLB se-Kalteng sebanyak 94.144 pelajar dan sebanyak 826 siswa SMA dan 892 siswa SMK mengikuti pelaksanaan vaksinasi massal bagi pelajar yang digelar di dua tempat yaitu di SMK 1 Pangkalan Bun dan SMA 1 Kumai.

Untuk Kobar sendiri ditargetnya sebanyak 9000 pelajar yang dilakukan vaksinasi dan untuk sementara disiapkan sebanyak 3000 orang. Adapun kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik atas sinergi antara Pemprov Kalteng dan Pemkab Kobar didukung oleh OJK Kalteng yang memberikan 1.000 dosis vaksin, juga dari BIN Daerah Kalteng sebanyak 300 dosis dan buffer stock dari Pemprov Kalteng sebanyak 1.500 dosis.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka adalah seluruh pelajar dalam satu kelas harus dilakukan vaksinasi Covid-19.

Tentunya untuk mewujudkan hal tersebut strategi yang dilakukan Gubernur Sugianto Sabran adalah dengan melakukan percepatan vaksinasi dengan melibatkan ribuan vaksinator terlatih baik dari instansi pemerintah daerah juga instansi TNI dan Polri.

Upaya lain adalah dengan melibatkan peran aktif para guru dan kepala sekolah serta orang tua murid untuk meningkatkan partisipasi aktif dari para siswa agar mau dilakukan vaksinasi Covid-19 dan hal itu tercapai ketika melihat animo para pelajar dalam mengikuti vaksinasi.

Pada beberapa kesempatan, Gubernur Sugianto Sabran juga secara aktif melaporkan progres vaksinasi yang telah dilakukan pada Pemerintah Pusat melalui Menteri Kesehatan RI sekaligus meminta tambahan alokasi vaksin untuk masyarakat Kalimantan Tengah, agar target vaksinasi dapat segera tercapai dan terwujud herd immunity bagi masyarakat Kalimantan Tengah sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa khususnya pembelajaran di sekolah dapat
segera dilakukan secara tatap muka. (rmi)